Senin, 16 April 2018

Unit Usaha Dalam Akuntansi

A. Pengertian dan Jenis Perusahaan 

Perusahaan secara ekonomi merupakan organisasi kegiatan ekonomi (menghasilkan produk barang dan jasa) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perusahaan sebagai unit kegiatan (organisasi) yang dijalankan oleh manajemen untuk mengelola sumber ekonomi berupa dana yang dipercayakan kepadanya oleh penyedia dana (pemilik dan investor) dengan cara melakukan kegiatan ekonomi baik itu melalui produksi barang ataupun usaha dalam bentuk jasa pelayanan, dengan tujuan mendatangkan laba bagi penyedia dana tersebut. Jenis Perusahaan berdasarkan keluarannya: 
  1. Perusahaan jasa (service firm): adalah perusahaan yang menjual jasa tertentu, misalnya komunikasi, rekreasi, tempat tinggal, keahlian perorangan, pertanggungan, reparasi dan pemeliharaan, hidangan, transportasi, persewaan, profesi, pelayanan khusus, pelatihan dan ketrampilan serta keuangan. 
  2. Perusahaan perdagangan (merchandising firm): adalah perusahaan yang menjual barang yang diperolehnya dari pemasok. Perusahaan dagang tidak memproses lebih lanjut barang-barang yang akan dijualnya, ia memberi kemasan yang lebih menarik. Kegiatan yang dilakukan adalah buying, selling, assorting, financing, storage, grading, transportasi, penyediaan informasi pasar, penanggungan resiko. Contoh: took, grosir, pasar swalayan. 
  3. Perusahaan manufaktur atau pabrikasi (manufacturing firm): adalah perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi. Misalnya pabrik pengolahan susu, pabrik pembuat mobil, pabrik penyamak kulit. Perusahaan manufaktur tidak menutup kemungkinan hanya merangkaikan saja produk-produk lepasan yang dibelinya.
Meskipun ada pemisahan atas ketiga macam perusahaan seperti di atas, tak tertutup kemungkinan bagi suatu perusahaan untuk beroperasi dalam bidang jasa, dagang, dan manufaktur sekaligus. Misalnya sebuah perusahaan pembuat atau perakit mobil dapat menjual produk-produknya sendiri dan memberikan jasa purna jual berupa perawatan, pemeliharaan, dan perbaikan. Demikian pula pabrik pengolah jamu yang membuka toko penjual jamu dan sekaligus jasa perawatan kecantikan dengan memanfaatkan jamu yang diproduksinya

B. Bentuk Perusahaan 

Ditinjau dari kepemilikannya, perusahaan dibedakan menjadi perusahaan perseorangan, perusahaan persekutuan, perusahaan perseroan dan koperasi. Berikut deskripsi dari masing-masing perusahaan tersebut. 
  1. Perusahaan Perorangan: perusahaan milik satu orang yang biasanya bertindak sekaligus sebagai manajer. Perusahaan perseorangan bukan merupakan badan hukum sehingga pemilik bertanggung jawab secara pribadi atas utang-utang perusahaan. Demikian pula kekayaan secara yuridis tidak dipisahkan dari kekayaan pribadi. Namun dari sudut pandang akuntansi itu sendiri, kekayaan dapat dikatakan sebagai kesatuan yang terpisah dari pemilik. 
  2. Perusahaan Persekutuan: Perusahaan dimiliki oleh dua orang atau lebih yang sepakat bekerjasama menjalankan usaha. Bentuk ini bukan merupakan badan hukum sehingga sekutu bertanggung jawab atas utang piutang perusahaan secara pribadi. Bentuk ini terdiri atas Persekutuan Firma dan Persekutuan Komanditer (CV). 
  3. Perusahaan Perseroan atau Perseroan Terbatas: persekutuan yang berbadan hukum untuk menjalankan suatu perusahaan. Sebagai badan hokum, perusahaan dianggap sebagai kesatuan yang berdiri sendiri terpisah dari persero-persero/pemegang sahamnya. Kata terbatas menunjukkan bahwa tanggung jawab pemegang saham adalah terbatas pada modal yang telah disetor ke perusahaan. 
  4. Koperasi: bentuk usaha yang berfungsi sebagai wadah untuk tujuan mensejahterakan setiap anggotanya. Anggota koperasi diwajibkan untuk menyetorkan simpanan pokok dan simpanan wajib sesuai dengan anggaran dasar koperasi yang telah ditentukan. 
Jika teman - teman ingin belajar lebih lanjut setelah memahami materi ini silahkan lanjut ke lanjut ke Materi Laporan Keuangan Akuntansi . Semoga Informasi ini bermanfaat Sobat Webbl..