Rabu, 25 April 2018

Siklus Akuntansi

Akuntansi adalah sistem informasi yang memproses data keuangan yang berasal dari aktivitas bisnis/kegiatan ekonomi menjadi laporan keuangan kemudian mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan. Rangkaian tahapan yang memproses sebuah data keuangan menjadi laporan itulah yang disebut siklus akuntansi. Siklus akuntansi dimulai dari mencatat transaksi dalam jurnal sampai dengan membuat neraca saldo penutupan. Rincian tahapannya adalah sebagai berikut:


Penjelasan gambar siklus akuntansi di atas adalah sebagai berikut: 

a) Pencatatan transaksi 

Tahapan akuntansi berawal dari pencatatan transaksi pada dokumen yang merupakan bukti transaksi seperti kwitansi, faktur, purchase order, dan lainlain. Bukti-bukti transaski tersebut digunakan sebagai sumber data pembuatan jurnal. Berikut adalah beberapa contoh bukti-bukti transaksi: 

1) Faktur, yaitu bukti penghitungan penjualan tunai atau kredit yang diberikan penjual kepada pembeli. 
2) Memo debit, yaitu memo yang dikirim pembeli kepada penjual atas pengembalian barang yang rusak, tidak sesuai pesanan atau harga barang tidak sesuai dengan perjanjian. 
3) Memo kredit, yaitu memo yang dibuat penjual karena penjual menerima pengembalian barang dari pembeli. 
4) Bukti kas masuk, yaitu bukti yang dibuat perusahaan atas penerimaan kas. 
5) Bukti kas keluar, yaitu bukti yang dibuat perusahaan atas pengeluaran kas yang biasanya berhubungan dengan pembelian rutin. 

6) Voucher, yaitu bukti yang dibuat perusahaan atas pengeluaran kas yang tidak berhubungan dengan pembelian. Misalnya voucher untuk pengeluaran transportasi (bensin dan tol), sewa kantor, listrik, dan lainlain. 

b) Penjurnalan 
Jurnal adalah sebuah form yang digunakan untuk mencatat suatu transaksi yang akan berpengaruh pada posisi elemen-elemen keuangan perusahaan (aset, utang, modal, pendapatan, dan biaya). Pencatatan pada jurnal dilakukan secara kronologis (urutan waktu/tanggal transaksi) dan sistematis ke dalam kelompok debit dan kredit. 

c) Posting ke buku besar (general ledger) 
yaitu tahap menggolongkan akun-akun yang sudah dicatat dalam jurnal umum dan jurnal khusus ke dalam buku besar. Buku besar untuk akun kas, berisi rekapitulasi dan rincian transaksi-transaksi yang melibatkan kas selama satu periode akuntansi. Buku besar untuk akun penjualan berisi rekapitulasi dan rincian transaksi penjualan selama satu periode akuntansi, dan begitu seterusnya. Setiap akun memiliki buku besarnya masing-masing. Terdapat dua bentuk buku besar buku besar,

d. Bentuk 2 (dua) kolom atau T account Ini adalah bentuk buku besar yang sangat sederhana, hanya terdiri dari debit dan kredit saja. 

e. Bentuk 4 (empat) kolom Buku besar ini lebih sering digunakan karena sifatnya yang lebih informatif dan mencatat lebih detail keterangan tentang transaksi yang melibatkan suatu akun. Dalam pembahasan padal modul ini kita menggunakan buku besar empat kolom, walaupun demikian untuk latihan mengerjakan soal-soal diperkenankan menggunakan T account.

f) Pengikhtisaran ke neraca saldo (trial balance) Neraca saldo berisi saldo akhir dari akun-akun yang telah dicatat dan terdapat pada buku besar. Masing-masing akun diposting jumlahnya dalam kolom debit dan kredit, sesuai dengan sifat saldo normalnya, sebagaimana telah dijelaskan pada Kegiatan Belajar 2. Contoh: untuk akun kas, piutang, beban, dan pembelian saldo normalnya adalah debit, sedangkan untuk akun utang, penjualan, dan modal saldo normalnya adalah kredit. Jumlah total debit dan kredit pada neraca saldo harus sama atau balance, sehingga penyusunan

g) Membuat ayat jurnal penyesuaian (adjustring entry) adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo-saldo yang telah tercatat di dalam jurnal umum dan buku besar. Jurnal penyesuaian ini tidak dicatat setiap hari sebagaimana jurnal umum, melainkan hanya disusun setiap akhir periode berdasarkan bukti yang ada. Data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian adalah neraca saldo dan data penyesuaian yang diperoleh pada akhir periode akuntansi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar