Senin, 16 April 2018

Materi Neraca Dalam Akuntansi

Neraca adalah laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan informasi tentang posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Neraca dapat digunakan untuk i) menilai likuiditas dan kelancaran operasi perusahaan, ii) menilai struktur pendanaan, dan iii) menganalisis komposisi kekayaan perusahaan. Likuiditas adalah suatu alat ukur untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menunaikan utang-utangnya tepat pada waktu yang telah disepakati. Ada tiga kelompok umum yang tersaji di neraca yaitu aktiva, utang & modal pemilik (pasiva). Berikut deskripsi dari masing-masing kelompok umum pada neraca.  

A. AKTIVA

Aktiva adalah kekayaan atau sumber ekonomi yang dikuasai dan digunakan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sumber ekonomi ini umumnya berupa potensi jasa atau kapasitas produksi yang berwujud fasilitas fisik (tanah, mesin, dll) dan kekayaan finansial (kas, piutang dll). Aktiva terdiri atas aktiva lancar, investasi jangka panjang, aktiva tetap berwujud, aktiva tetap tidak berwujud, dan aktiva lain lain. 

1. Aktiva Lancar (Current Assets) 
Aktiva lancar dalah aktiva yang diharapkan segera terkonversi menjadi kas, terjual atau terpakai dalam periode kurang dari satu tahun atau satu periode operasi normal perusahaan. Aktiva lancar terdiri dari atas: 

       a.. Kas (cash). 

Kas adalah uang atau alat pembayaran lain yang dapat disamakan dengan uang dan dapat digunakan secara bebas oleh perusahaan untuk membiayai operasi perusahaan. Termasuk kas: cek, wesel pos, bank draft. Tidak termasuk kas: 
  • Cek mundur
  • Pembayaran di muka 
  • Surat berharga jangka pendek 
  • Saham dan Obligasi  
  • Perangko, materai, dll 
  • Kas yang disisihkan untuk tujuan tertentu 

     b. Surat-Surat Berharga (marketable securities). 

Surat-surat berharga merupakan investasi jangka pendek berupa saham, obligasi dan lainnya yang dibeli perusahaan dengan tujuan mendayagunakan kelebihan kas yang sementara menganggur sehingga memeperoleh pendapatan tambahan. Jika sewaktu-waktu perusahaan membutuhkan kas maka surat berhaga ini dapat segera dijual.

      c. Piutang (receivables). 

Piutang merupakan tagihan perusahaan untuk menerima kas atau jasa dari pihak lain. Piutang ini digolongkan menjadi i) piutang usaha yaitu piutang yang timbul berkait dengan penyerahan barang atau jasa kepada pihak luar yang menjadi operasi utama perusahaan, ii) piutang nonusaha yang umumnya timbul dari transaksi internal misalnya pegawai atau manajer (misalnya piutang gaji). Piutang usaha terdiri atas piutang yang tidak ditandai dengan surat utang resmi yang disebut dengan piutang dagang dan yang ditandai surat utang resmi disebut piutang wesel (notes receivables). 

   d. Persediaan (inventory). 

Persediaan adalah barang atau bahan yang sengaja diperoleh dan disimpan dalam rangka operasional perusahaan. Dalam neraca, persediaan menunjukkan barang atau bahan yang masih tersisa pada tanggal penyusunan neraca. Jenis persediaan tergantung karakteristik kegiatan dan jenis perusahaan, meliputi persediaan bahan baku dan bahan penolong, barang dalam proses produksi dan barang jadi. Sistem Pencatatan Persediaan: 
  • Sistem periodik: setiap akhir periode dilakukan perhitungan secara fisik untuk menentukan jumlah persediaan akhir. 
  • Sistem permanen (perpetual): pembukuan atas persediaan dilakukan secara kontinyu yaitu membukukan setiap transaksi persediaan baik pembelian maupun penjualan.
   e. Pembayaran di Muka (prepayments).

Pembayaran di muka menunjukkan pembayaran untuk barang atau jasa yang baru dinikmati manfaatnya di masa yang akan datang bersamaan berjalannya waktu. Misalnya pembayaran sewa untuk beberapa tahun.

2. Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Fixed Assets) 
Aktiva tetap berwujud berupa fasilitas fisik antara lain tanah, bangunan, kendaraan, mesin, dan peralatan lain yang mempunyai manfaat jangka panjang dan digunakan dalam operasional perusahaan. Aktiva tetap berwujud (selain tanah) dikenai biaya penyusutan (depresiasi).

3. Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Fixed Assets) 
Pos ini menunjukkan kekayaan yang melekat pada perusahaan secara keseluruhan dan tidak dapat diidentifikasikan secara fisik wujudnya, antara lain hak paten, hak cipta, goodwill. Pos ini merupakan hak yang diperoleh perusahaan dengan membeli atau mengembangkan sendiri dan menjadikannya hak. d. Aktiva lain-lain Pos yang tidak memenuhi kriteria aktiva di atas misalnya uang jaminan kontrak pemasangan listrik.

B. PASIVA 

Pasiva merupakan asal dari aktiva perusahaan. Oleh karena itu, jumlah aktiva akan selalu sama dengan jumlah pasiva. Sumber dana atau pasiva terdiri dari dua yaitu utang dan modal. 

1. Utang (Liabilities) 
Utang merupakan suatu jumlah rupiah yang harus dibayar atau dilunasi perusahaan dengan menggunakan kekayaan perusahaan kepada pihak di luar pemilik. Utang terdiri atas: 
  • Utang Lancar (current liabilities). Utang lancar yaitu utang yang akan segera dilunasi dalam waktu kurang satu tahun atau satu periode normal perusahaan. Pelunasannya umumnya menggunakan sumber ekonomi aktiva lancar. Termasuk utang lancar adalah utang usaha, utang wesel, utang bunga, utang pajak penghasilan. 
  • Utang Jangka Panjang yaitu utang yang baru akan dilunasi dalam waktu lebih dari satu periode normal perusahaan atau satu tahun antara lain utang obligasi, utang hipotik, utang belisewa kapital. 

2.. Modal 
Modal adalah jumlah yang harus dibayar atau dikembalikan kepada pemilik perusahaan. Jadi dari segi akuntansi dan konseptual, modal merupakan utang perusahaan kepada pemilik. Oleh karena itu, klasifikasi modal ada kaitannya dengan bentuk pemilikan perusahaan.


Format neraca ada dua yaitu: 
  • Format akun (account form) yaitu aktiva di sebelah kiri dan pasiva di sebelah kanan yang berguna untuk memudahkan pemakai membandingkan antara sumber ekonomi dan pendanaannya terutama untuk satu periode tertentu. Neraca bentuk account form :
  • Format laporan (report form) yaitu aktiva disebelah atas dan pasiva di bawahnya, yang umumnya disajikan secara perbandingan dengan tahun sebelumnya (neraca komparatif). Contoh neraca bentuk skontro: