Rabu, 18 April 2018

Materi Jurnal Umum Akuntansi

A. Pengertian Jurnal

Jurnal adalah media untuk mencatat transaksi. Alasan kenapa transaksi harus dicatat lewat jurnal, karena kemungkinan kesalahan akan lebih besar bila langsung dicatat ke perkiraan (account). Jurnal disebut juga Book of Origin Entry (*buku pemasukan asli) 
Arus data akuntansi tampak pada gambar berikut 


Bentuk Jurnal Pada dasarnya jurnal dapat dibagi dua yaitu jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal khusus terdiri dari jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian kredit dan jurnal penjualan kredit. Modul ini membahas jurnal umum. 

Dilihat dari sisi bentuknya, jurnal umum dapat dibuat menjadi jurnal dua kolom dan jurnal empat kolom. 

Cara pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum dua kolom biasanya sebagai berikut: 
  • Kolom tanggal diisi dengan tanggal transaksi. Pada kolom yang lebih lebar diisi dengan nama bulan seperti Januari, Februari, Maret dan seterusnya. Tanggal diisikan pada kolom yang lebih kecil. Tahun biasanya ditulis pada baris paling atas dengan angka seperti 2006. Penulisan nama bulan tidak perlu per transaksi cukup satu kali untuk bulan yang bersangkutan, kecuali pindah halaman. 
  • Kolom keterangan diisi dengan nama perkiraan yang digunakan dalam transaksi. Perkiraan yang didebit ditulis pada baris atas. Perkiraan/akun yang dikredit ditulis pada baris dibawahnya dengan penulisan agak menjorok ke sebelah kanan. diberikan penjelasan bila diperlukan pada bagian bawah transaksi perkiraan/akun
  • Kolom Ref diisi dengan nomor perkiraan/akun sebagai tanda transaksi tersebut telah diposting sebelumnya (dibukukan ke perkiraan atau buku besar). 
  • Kolom Debit diisi dengan angka transaksi debit. 
  • Kolom Debit diisi dengan angka transaksi kredit. 
Jurnal empat kolom biasanya digunakan jika transaksi kas banyak terjadi. Pada jurnal empat kolom ini dibuat kolom kas yang terdiri dari debit dan kredit. Jika ada transaksi kas, angkanya langsung ditempatkan pada kolom kas, baik sebelah debit maupun kredit. Dengan cara ini penulisan perkiraan kas tidak diperlukan. Bentuk jurnal empat kolom tampak seperti berikut ini :
Pencatatan ke dalam jurnal umum empat kolom biasanya sebagai berikut: 
  • Kolom kas untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan kas, baik sebelah debit maupun kredit. Jika ada transaksi kas, angkanya tinggal dimasukkan pad kolom debit atau kredit. 
  • Kolom tanggal diisi dengan tanggal transaksi. Pada kolom yang lebih lebar diisi dengan nama bulan seperti Januari, Februari, Maret dan seterusnya. Tanggal diisikan pada kolom yang lebih kecil. Tahun biasanya ditulis pada baris paling atas dengan angka seperti 2006. Penulisan nama bulan tidak perlu per transaksi cukup satu kali untuk bulan yang bersangkutan, kecuali pindah halaman.
  • Kolom keterangan diisi dengan nama perkiraan yang digunakan dalam transaksi. Perkiraan yang didebit ditulis pada baris atas. Perkiraan yang dikredit ditulis pada baris bawahnya, tulisannya tidak perlu agak menjorok ke sebelah kanan. Penjelasan transaksi dicatat di bawah perkiraan. Angka transaksi dicatat pada kolom Serba-serbi di sebelah debit atau kredit
  • Kolom Ref diisi dengan nomor perkiraan/akun sebagai tanda transaksi yang telah diposting (dibukukan ke buku besar). Pengisian kolom ini untuk perkiraan/akun selain kas.
B. Pencatatan ke dalam Jurnal 

Agar lebih jelas bagaimana mencatat transaksi ke dalam jurnal, berikut disajikan langsung dengan contoh kasus. Pada tanggal 1 Januari 2007 Jojo memulai usaha penerbitan dengan menyetor modal sebesar Rp 4.550.000. Modal tersebut dibelikan bangunan Rp2.500.000, perlengkapan kantor Rp 1.300.000 sisanya dalam bentuk kas Rp 750.000
Keterangan: transaksi ini di satu sisi menambah asset yaitu kas, perlengkapan kantor dan bangunan. Di sisi lain menambah perkiraan modal Tuan Jojo. Perkiraan asset dicatat di sebelah debit, sedangkan modal dicatat di sebelah kredit. 

Tanggal 5 Januari 2007 membeli peralatan kantor seharga Rp130.000, tunai. 
Keterangan: transaksi ini mempengaruhi dua perkiraan asset yaitu kas dan peralatan kantor. Peralatan kantor bertambah sehingga dicatat di sebelah kredit. Sedangkan perkiraan kas berkurang sehingga dicatat di sebelah kredit. 

Tanggal 8 membeli perlengkapan kantor seharga 500.000 kepada CV Sumber Waras secara kredit. 
Keterangan: transaksi ini merupakan pembelian kredit sehingga menambah perkiraan hutang dagang. Bertambahnya perkiraan hutang dagang yang merupakan kelompok kewajiban, dicatat di sebelah kredit. Sedangkan perlengkapan kantor yang merupakan kelompok asset, dicatat di sebelah debit karena ada penambahan. 

Tanggal 12 januari membebankan jasa kepada langganan secara kredit dengan nilai Rp 850.000
Keterangan: transaksi ini merupakan penjualan kredit. Bila terjadi transaksi seperti ini, maka akan berpengaruh terhadap perkiraan piutang dagang dan perkiraan pendapatan atau penjualan. Piutang bertambah di sebelah debit sedangkan pendapatan bertambah di sebelah kredit. 

Tanggal 13 Januari dibayar asuransi untuk 6 bulan ke depan sebesar Rp 120.000. 
Keterangan: asuransi sebenarnya merupakan biaya. Namun, dalam kasus ini, biaya tersebut mempunyai masa manfaat melebihi periode akuntansi (6 bulan). Bila terjadi hal seperti itu, maka biaya asuransi dicatat pada perkiraan Asuransi Dibayar Dimuka (prepaid expense) yang merupakan kelompok asset. Bertambahnya asset dicatat di sebelah debit. Transaksi ini juga berpengaruh terhadap kas, yang berkurang karena ada pembayaran. Kas berkurang dicatat di sebelah kredit. Jika asuransi tersebut hanya untuk bulan Januari, maka langsung dicatat sebagai beban sewa. 

Tanggal 14 Januari membayar beban iklan sebesar Rp 135.000 secara tunai.
Keterangan: transaksi ini adalah pembayaran kas untuk beban iklan. Beban bertambah di sebelah debit sedangkan kas berkurang di sebelah kredit. 

Tanggal 16 Januari membayar sewa kendaraan untuk 3 bulan ke depan sebesar Rp 150.000.
Keterangan: transaksi ini hampir sama dengan transaksi tanggal 13, pembayaran asuransi dibayar dimuka. Sewa juga sebenarnya merupakan beban, tetapi karena masa manfaatnya untuk 3 bulan, maka dicatat sebagai sewa dibayar dimuka (prepaid rent) yang merupakan kelompok asset. 

Tanggal 17 menerima pembayaran dari penjualan tanggal 12 Januari.
Keterangan: transaksi ini merupakan penerimaan piutang dagang. Artinya perkiraan piutang dagang berkurang sedangkan perkiraan kas bertambah. Kas dicatat di sebelah debit sedangkan piutang di sebelah kredit.

Tanggal 17 Januari membayar hutang dagang untuk transaksi tanggal 8 Januari sebesar Rp 500.000
Keterangan: transaksi ini merupakan pembayaran hutang dagang. Artinya hutang dagang berkurang sedangkan kas juga berkurang. Hutang dagang berkurang dicatat di sebelah debit. Sedangkan kas berkurang dicatat di sebelah kredit.

Tanggal 18 Januari membebankan kepada langganan atas jasa yang diberikan sebesar Rp750.000 secara tunai.
Keterangan: transaksi ini merupakan penjualan tunai. Penjualan (pendapatan) dicatat di sebelah kredit karena bertambah. Sedangkan kas dicatat di sebelah kredit karena bertambah juga. 

Tanggal 20 Januari membayar beban rupa-rupa sebesar Rp 50.000 
Keterangan: Transaksi ini sama dengan transaksi tanggal 14 Januari yaitu pembayaran beban. Beban bertambah di sebelah kredit sedangkan kas berkurang di sebelah kredit. 

Tanggal 21 pembelian perlengkapan kantor seharga 200.000 secara kredit
Keterangan: transaksi ini sama dengan tanggal Januari 

Tanggal 27 dibayarkan gaji karyawan sebesar Rp 500.000
Keterangan: transaksi ini merupakan pembayaran beban gaji. Beban bertambah di sebelah debit. Sedangkan kas berkurang di sebelah kredit. Jurnal secara lengkap adalah sebagai berikut.



Apabila penjelasan diatas tadi kurang jelaskan silahkan ditanyakan di kolom komentar. Terima kasih telah berkunjung.