Minggu, 22 April 2018

Dasar Auditing


A. DEFINISI AUDITING 

Di bagian ini diuraikan menjadi dua definisi, yaitu definisi umum auditing dan definisi auditing ditinjau dari sudut pandang seorang profesi akuntan publik itu sendiri, serta peran penting profesi akuntan publik dalam perekonomian suatu negara. 


1. Definisi Umum Auditing 

Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. 

Definisi auditing yang secara umum itu sendiri memiliki unsur-unsur penting , yakni dapat dijabarkan sebagai:

  • Suatu proses sistematik

Auditing merupakan suatu proses sistematik, yaitu berupa suatu rangkaian langkah atau prosedur yang logis, berkerangka, dan terorganisasi. Auditing dilaksanakan dengan suatu urutan langkah yang direncanakan, terorganisasi, dan bertujuan. 


  • Untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif 

Proses sistematik tersebut ditujukan untuk memperoleh bukti yang mendasari pernyataan yang dibuat oleh individu atau badan usaha, serta untuk mengevaluasi tanpa memihak atau berprasangka terhadap buktibukti tersebut. Sebagai contoh, suatu badan usaha membuat suatu pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi yang disajikan dalam laporan keuangan dan auditor melakukan audit atas pernyataan yang dibuat oleh badan usaha tersebut. Dalam auditnya, auditor tersebut melakukan proses sistematik untuk memperoleh bukti-bukti yang menjadi dasar pernyataan yang disajikan oleh badan usaha tersebut dalam laporan keuangannya, dan mengevaluasinya secara objektif, tidak memihak, baik dari pemberi kerja atau manajemen, maupun dari pihak ketiga atau pemakai hasil audit. 


  • Pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi, 

Maksud pernyataan mengenai suatu kegiatan dan kejadian ekonomi di sini adalah tentang hasil dari  proses akuntansi. Ini karena kuntansi merupakan proses mengidentifikasi, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi yang dinyatakan dalam satuan uang. Proses akuntansi ini menghasilkan suatu pernyataan yang disajikan dalam laporan keuangan yang umumnya terdiri dari empat laporan keuangan pokok, yaitu neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. Laporan keuangan dapat pula berupa laporan biaya pusat pertanggungjawaban tertentu dalam perusahaan.


  • Menetapkan tingkat kesesuaian, 

Pengumpulan bukti mengenai pernyataan dan evaluasi terhadap hasil pengumpulan bukti tersebut dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Tingkat kesesuaian baik itu pernyataan dengan kriteria yang dibutuhkan kemungkinan dapat dikuantifikasikan dan kemungkinan pula bersifat kualitatif. 


Misalnya, pada contoh auditing yang digunakan untuk menilai anggaran biaya produksi. Menurut anggaran, biaya produksi untuk tahun 20 x 1 diperkirakan sebesar Rp10.000.000,00. Realisasi biaya produksi untuk tahun tersebut, misalnya sebesar Rp12.000.000,00. Auditing dapat ditujukan terhadap realisasi biaya produksi tersebut, untuk dibandingkan dengan kriterianya, yaitu biaya produksi yang dianggarkan. Tingkat kesesuaian antara pernyataan (dalam hal ini realisasi biaya produksi sebesar Rp12.000.000,00) dengan kriteria (dalam hal ini anggaran biaya produksi sebesar Rp10.000.000,00) dapat dinyatakan secara kuantitatif, yaitu dengan cara membuat pernyataan bahwa realisasi biaya produksi menyimpang Rp2.000.000,00 atau 20% di atas anggarannya. Audit yang dilukiskan dalam contoh di atas umumnya dilaksanakan oleh auditor intern, yakni auditor yang bekerja di dalam perusahaan yang melaksanakan fungsi sebagai auditing internal (internal auditing). 

Auditing yang dilaksanakan oleh auditor independen menggunakan pernyataan yang bersifat kualitatif dalam Sebagai contoh, salah seorang auditor independen dari sebuah perusahaan memberikan pernyataan yang menjelaskan, bahwa laporan yang disajikan oleh suatu perusahaan adalah wajar dalam semua hal dan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum.

  • Kriteria yang telah ditetapkan 

Kriteria atau standar yang dipakai sebagai dasar untuk menilai pernyataan (yang berupa hasil proses akuntansi) dapat berupa: 

  1. peraturan yang ditetapkan oleh suatu badan legislatif; 
  2. anggaran atau ukuran prestasi lain yang ditetapkan oleh manajemen; 
  3. prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia (generally accepted accounting principles). 
  • Pemakai yang berkepentingan 
yakni ditujukan untuk pihak yang membutuhkan data dan informasi laporan keuangan seperti para pengguna informasi keuangan, seperti pemegang saham, manajemen, kreditur, calon investor dan kreditur, organisasi buruh, dan kantor pelayanan pajak

2. Auditing Ditinjau dari Sudut Profesi Akuntan Publik

Ditinjau dari sudut profesi akuntan publik, auditing adalah pemeriksaan
(examination) secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau
organisasi lain dengan tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan
tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi
keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut. Modul
auditing ini membahas auditing ditinjau dari sudut pandang profesi akuntan
publik.

Ditinjau dari definisi umum auditing, seperti yang telah diuraikan di atas,
pemeriksaan yang dilaksanakan oleh auditor independen ditujukan terhadap
pernyataan mengenai kegiatan ekonomi yang disajikan oleh suatu organisasi
dalam laporan keuangannya. Pemeriksaan ini dilakukan oleh auditor
independen untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam
laporan keuangan. Auditor yang melaksanakan audit atas laporan keuangan
historis disebut dengan auditor independen. Dalam buku ini, istilah auditor
jika tidak diikuti dengan kata pengubah (modifier), dimaksudkan sebagai
auditor independen.

Auditing bukan merupakan cabang akuntansi, tetapi merupakan suatu
disiplin bebas, yang mendasarkan diri pada hasil kegiatan akuntansi dan data
kegiatan yang lain. Akuntansi merupakan proses pencatatan, penggolongan,
peringkasan, dan penyajian transaksi keuangan perusahaan atau organisasi
lain. Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dipakai oleh
manajemen untuk mengukur dan menyampaikan data keuangan dan data
kegiatan yang lain. Di lain pihak, auditing ditujukan untuk menentukan
secara objektif keandalan informasi yang disampaikan oleh manajemen
dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, auditing harus dilaksanakan oleh  pihak yang bebas dari manajemen dan harus dapat diandalkan ditinjau dari
sudut profesinya.