Kamis, 19 April 2018

Buku Besar Akuntansi

Buku besar merupakan sekumpulan perkiraan (account/akun) suatu perusahaan. Bentuk paling sederhana suatu perkiraan adalah bentuk perkiraan "T". sisi kiri bentuk tersebut disebut debit sedangkan sisi kanannya kredit. Pencatatan ke dalam perkiraan menggunakan sistem yang disebut double entry accounting. Dengan cara ini, kolom debit dan kredit akan tetap seimbang. Aktiva dan beban apabila bertambah akan dicatat di sebelah debit. Begitu sebaliknya berkurang dicatat di sebelah kredit. Untuk kewajiban, ekuitas dan pendapatan bila bertambah dicatat di sebelah kredit. dan sebaliknya berkurang dicatat di sebelah debit. 

Kata Kuncinya yakni "Buku besar (ledger), perkiraan riil, perkiraan nominal, saldo normal."

Perkiraan merupakan media untuk mengelompokkan transaksi sehingga transaksi yang memiliki sifat sama akan dilaporkan sebagai satu kesatuan. Kumpulan perkiraan disebut buku besar atau ledger. Pencatatan ke dalam perkiraan menggunakan sistem yang disebut double entry accounting. Artinya untuk suatu pencatatan transaksi minimal melibatkan dua perkiraan/akun dan jumlah debit dengan kredit sama (balance). Perkiraan/akun dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu perkiraan/akun neraca (perkiraan riil/real account) dan perkiraan/akun laba rugi (perkiraan nominal/nominal account). Perkiraan riil terdiri dari perkiraan harta. Kewajiban dan modal. Sedangkan perkiraan nominal terdiri dari perkiraan pendapatan dan beban. Pencatatan untuk perkiraan atau akun ini dapat berupa penambahan atau pengurangan. Suatu perkiraan memiliki kolom debit dan kolom kredit untuk menampung penambahan dan pengurangan masing-masing. Seperti sudah digambarkan pada pembahasan jurnal, bentuk paling sederhana perkiraan adalah T account. Sisi kiri untuk debit sedangkan sisi kanan kredit.

Perkiraan dengan bentuk "T" account.

Penambahan atau pengurangan pada perkiraan berbeda untuk tiap kelompok perkiraan. Berikut ini tabel yang menguraikan posisi debit atau kredit untuk penambahan atau pengurangan suatu perkiraan.

Dari tabel di atas bisa disimpulkan, suatu perkiraan bertambah di sebelah debit adalah perkiraan harta dan beban. Sedangkan yang bertambah di sebelah kredit adalah kewajiban, modal dan pendapatan. Sedangkan sebaliknya perkiraan  berkurang di sebelah kredit adalah harta dan beban. Sedangkan yang berkurang di sebelah debit adalah kewajiban, modal dan pendapatan. Perkiraan juga memiliki saldo normal. Saldo normal adalah posisi perkiraan dalam kondisi normal. Artinya bila suatu persediaan saldonya berbeda dengan saldo normalnya, kemungkinan terjadi kesalahan pada perkiraan tersebut. Misalnya perkiraan hutang saldo normalnya kredit, tetapi pada suatu waktu bersaldo debit. Hal ini mengidentifikasi kemungkinan kesalahan pencatatan atau ketidakwajaran. Dibawah ini tabel yang dapat menggambarkan saldo normal tiap perkiraannya. 
Bentuk Perkiraan Pada praktek bentuk perkiraan T sangat jarang digunakan. Namun, bentuk yang digunakan umumnya pengembangan dari bentuk T. pengembangan ini untuk menampung informasi agar memadai. Bentuk-bentuk tersebut terdiri dari perkiraan dua kolom, tiga kolom dan empat kolom. Berikut contohnya.


Nama perkiraan dan nomer perkiraan bisa seperti perkiraan tiga kolom maupun perkiraan empat kolom. Ke dua cara ini bisa dipakai, tinggal dipiliha mana yang lebih informatif.

Perbedaannya untuk perkiraan antara tiga kolom dan empat kolom terletak pada kolom saldo. Pada perkiraan tiga kolom, saldo tidak dibagi lagi menjadi debit dan kredit. Saldo negatif biasanya diberi tanda kurung atau ditulis dengan warna merah. Keuntungannya lebih praktis dan simpel. Kekurangannya harus tahu posisi saldo normal. Pada perkiraan empat kolom, pada kolom saldo terbagi menjadi debit dan kredit. Dengan cara ini posisi saldo lebih terlihat.