Senin, 23 April 2018

Bidang Spesialisasi Akuntansi


Seperti halnya ilmu sosial lain, akuntansi juga mengenal spesialisasi yang timbul karena adanya kemajuan teknologi, perekonomian dan sebagainya. Bidang spesialisasi akuntansi antara lain meliputi akuntansi keuangan, akuntansi biaya, akuntansi manajemen, auditing, sistem akuntansi, akuntansi sosial, akuntansi pemerintahan, dan sebagainya. Beberapa di antaranya akan dijelaskan sebagai berikut. 

1. Akuntansi Keuangan 

Spesialisasi akuntansi keuangan disini berkaitan tentang masalah pencatatan transaksi pada perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai bentuk laporan keuangan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan keuangan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan dan manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. 

Bagian terpenting dari spesialisasi ini adalah dengan adanya "SAK" (Standar Akuntansi Keuangan)  sebagai bentuk aturan-aturan yang harus digunakan di dalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan internal dan kepentingan eksternal perusahaan. Dengan demikian diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan atau "bahasa" yang sama yaitu Standar Akuntansi Keuangan. Standar Akuntansi Keuangan ini mulai diterapkan di Indonesia tahun 1994, menggantikan Prinsip-Prinsip Akuntansi Indonesia 1984. SAK ini terdiri atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasinya yang diberi nomor urut mulai dari nomor 1. Apabila ada PSAK yang dianggap tidak sesuai lagi dengan keadaan PSAK nomor yang bersangkutan direvisi tanpa mengubah nomornya. 

Bidang akuntansi keuangan dibutuhkan oleh setiap organisasi khususnya oleh organisasi besar yang diharuskan membuat laporan keuangan. Bila anda ahli dalam akuntansi keuangan, maka anda dapat bekerja di setiap organisasi, seperti di perusahaan swasta, perusahaan negara, perusahaan daerah, dan organisasi lain yang sejenis. 

2. Auditing 

Auditing adalah suatu proses pemeriksaan independen terhadap suatu laporan keuangan. Tugas dan fungsi akuntan publik (auditor) dalam melaksanakan pemeriksaan, yaitu memeriksa laporan keuangan dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti yang mendukung catatan akuntansi dan laporan keuangan serta memberikan pendapat/opini tentang kewajaran atas laporan keuangan yang diperiksa tersebut. Laporan keuangan dikatakan wajar kalau disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. Untuk bidang spesialisasi auditing adalah hal disiplin tersendiri terpisah dari ilmu akuntansi, namun auditing memiliki hubungan erat dengan akuntansi keuangan. Seorang auditor harus ahli dalam akuntansi keuangan. Tanpa menguasai Standar Akuntansi Keuangan, auditor tidak akan mampu menjalankan pemeriksaan. Dalam menjalankan tugasnya seorang auditor harus mematuhi standar auditing dan kode etik profesi yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Namun perlu diperhatikan istilah wajar di opini auditor, tidak berarti bahwa perusahaan yang diaudit sehat. Untuk mengevaluasi kelangsungan hidup suatu perusahaan diperlukan seorang analis keuangan. Bila Anda ingin menjadi auditor, setelah Anda menyelesaikan S-1 jurusan akuntansi, Anda harus mengikuti pendidikan profesi akuntansi  sekitar 3 (tiga) semester (untuk memperoleh gelar “akuntan”)dan mengikuti USAP (Ujian Sertifikat Akuntan Publik), bila lulus ujian ini anda berhak memakai gelar BAP setara dengan gelar CPA (Certified Public Accountant) di Amerika Serikat. 

3. Akuntansi Biaya 

Akuntansi biaya merupakan bidang akuntansi yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya. Untuk bidang spesialisasi ini terutama yang bersangkutan dengan biaya produksi untuk perusahaan "Manufaktur", tetapi akhir akhir ini biaya distribusi memperoleh perhatian yang semakin meningkat. Salah satu fungsi utama dari akuntan biaya adalah mengumpulkan dan menafsirkan data biaya (baik biaya sesungguhnya maupun biaya yang akan terjadi) bagi manajemen untuk tujuan pengendalian bidang perencanaan biaya. Bidang ini sering dianggap merupakan bagian dari akuntansi manajemen. 

4. Akuntansi Manajemen 

Akuntansi manajemen (mencakup juga akuntansi biaya) menggunakan biaya historis dan biaya taksiran untuk membantu manajemen di dalam melaksanakan kegiatan dan perencanaan. Bidang ini berhadapan dengan masalah khusus yang dihadapi oleh setiap jenjang manajemen dari suatu organisasi. Pada spesialisasi bidang ini sering dihadapkan pada masalah pemilihan berbagai alternatif tindakan dan membantu untuk memilih alternatif yang paling baik, yang harus diambil oleh pengelola perusahaan. Dalam akuntansi manajemen tidak dikenal suatu standar akuntansi manajemen. Akuntan manajemen bebas menggunakan kreativitas dalam menyusun sebuah laporan yang sesuai dengan keinginan dan apa yang dibutuhkan dari pihak manajemen. Kalau kita bandingkan dengan akuntansi keuangan, bidang akuntansi manajemen tidak terbatas menggunakan data historis, tetapi juga menggunakan data yang diperkirakan akan terjadi serta rentang waktunya lebih fleksibel, bisa ada hitungan detik sampai dengan puluhan tahun. 

5. Akuntansi Perpajakan 

Akuntansi perpajakan menekankan pada penyusunan laporan keuangan berdasarkan peraturan perpajakan dan perencanaan transaksi dengan mempertimbangkan efek pembayaran pajak. Sebagai contoh, misalnya sebaiknya perusahaan membeli atau menyewa mesin, menyediakan makanan pada karyawan saat waktu istirahat atau memberikan uang makan dan sebagainya. Akuntan yang memilih spesialisasi perpajakan harus memahami dan mengikuti berbagai peraturan perpajakan yang berlaku. Seorang yang bekerja sebagai akuntan perpajakan harus dapat memberi usulan pemilihan transaksi perusahaan yang  dapat meminimalkan beban pajak terkecil bagi perusahaan, tanpa melanggar aturan perpajakan yang berlaku. Untuk itu jika anda ingin memilih bidang ini sangat disarankan sebaiknya mengikuti  beberapa kursus dan ujian Brevet A, Brevet B dan Brevet C yang memberikan beberapa pemahaman dan nilai plus dari spesialisasi ini. 

6. Sistem Akuntansi 

Sistem akuintansi adalah bidang yang menyangkut dalam masalah perancangan prosedur, metode, dan berbagai teknik untuk mengolah dan menyajikan transaksi perusahaan. Akuntan yang mengkhususkan dalam bidang ini akan merancang sistem dan prosedur yang dapat melindungi kekayaan perusahaan dan menjamin dapat dipercayai laporan keuangan dengan biaya yang relatif murah. Prinsip dasar yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan sebuah sistem akuntansi adalah bahwa biaya penyusunan sistem itu haruslah lebih rendah daripada manfaat yang dihasilkan sistem tersebut. Sistem akuntansi yang baik harus aman, murah dan cepat.

7. Akuntansi Anggaran 

Akuntansi anggaran menyajikan hal yang berhubungan dengan rencana kegiatan keuangan untuk suatu periode, melalui catatan dan ikhtisar, serta menyediakan data perbandingan antara kegiatan sesungguhnya dengan rencananya. Bila terjadi selisih antara realisasi dan anggaran maka selisih ini harus dianalisis dan dicari sebabsebab terjadinya selisih tersebut, sehingga dapat diambil tindakan perbaikan. Suatu kombinasi antara pengendalian dan perencanaan dengan menggunakan anggaran, sering dianggap sebagai bagian dari akuntansi manajemen. 

8. Akuntansi Sektor Publik 

Mencakup wilayah yang lebih luas yakni wilayah publik, meliputi lembaga-lembaga publik (badan pemerintahan seperti pemerintah daerah maupun pusat, perusahaan milik negara seperti BUMN, organisasi politik dan sosial, serta organisasi nirlaba lain yang fokus pada pelayanan publik. Dalam pelaksanaan, peran sektor publik ini dapat dilakukan oleh pihak swasta namun pada bidang-bidang tertentu yang menjadi fungsi pemerintahan tetap dipegang oleh pemerintah. Pertanggungjawaban yang diberikan oleh akuntansi sektor publik ini adalah kepada masyarakat (publik) dan parlemen (DPR/DPRD). Akuntansi pemerintahan adalah bagian dari akuntansi sektor publik.

9. Akuntansi Pemerintahan 

Akuntansi pemerintahan ini menekankan pada pencatatan dan pelaporan transaksi dari lembaga pemerintah atau lembaga sosial seperti rumah sakit, organisasi politik, masjid, sekolah dan sebagainya. Suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam bidang ini adalah adanya peraturan perundangan yang mengikat unit-unit organisasi tersebut di atas. Sebagaimana dengan akuntansi keuangan, dalam pelaksanaan akuntansi pemerintahan harus menggunakan standar akuntansi pemerintahan. Standar ini telah disusun oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan dan diwujudkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 Tahun 2005. BPK adalah salah satu wujud dari mekanisme akuntansi pemerintahan Indonesia. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai badan pemeriksa independen (auditor eksternal) pemerintah yang bertugas memeriksa laporan keuangan pemerintah sedangkan badan pemeriksa internal antara lain adalah BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), inspektorat jenderal (irjen), inspektorat wilayah propinsi (itwilprop) dan badan pengawas daerah (Bawasda) 

10. Akuntansi Sosial 

Akuntansi sosial merupakan bidang terbaru dalam akuntansi dan sulit untuk dijelaskan dengan singkat. Ada kecenderungan dari masyarakat meminta profesi akuntan untuk mengukur biaya sosial dan manfaatnya yang sebetulnya dikatakan sulit dilaksanakan. Salah satu tugas dari bidang ini misalnya mengukur pola kepadatan lalu lintas sebagai bagian dari studi penentuan pemakaian dana transportasi yang paling efisien.
11. Tata Buku dan Akuntansi

Sering orang bingung membedakan istilah tata buku dan akuntansi. Hal ini terjadi karena memang keduanya berhubungan erat. Tata buku adalah pencatatan data perusahaan dengan cara-cara tertentu. Pemegang buku mungkin bertanggung jawab terhadap seluruh penyelenggaraan pencatatan dari suatu perusahaan atau mungkin hanya bertanggung jawab terhadap sebagian kecil saja seperti pada masalah pencatatan piutang. Sebagian besar pekerjaan dalam tata buku menyangkut masalah tulis menulis saja dan secara bertahap telah dapat dicapai dengan menggunakan komputer. 

Akuntansi terutama bersangkutan dengan masalah perancangan sistem pencatatan, penyusunan laporan berdasarkan data yang dicatat dan penafsiran laporan. Akuntan sering membimbing dan menilai pekerjaan juru buku. Pekerjaan akuntan pada awalnya mungkin mencakup pekerjaan juru buku. Dalam setiap hal, akuntan harus memiliki tingkat pengetahuan, pemahaman konsepsi dan keahlian analitis yang lebih tinggi dibandingkan dengan juru buku.