Senin, 16 April 2018

Akuntansi dan Ruang Linkupnya


A. Pengertian Akuntansi 
Akuntansi merupakan suatu seni pencatatan, penggolongan, peringkasan, penyusunan, dan pelaporan dari transaksi-transaksi yang bersifat keuangan dalam suatu organisasi atau perusahaan, serta penginterpretasian laporan keuangan yang dihasilkan. 
Dari pengertian tersebut, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi yaitu:
  1.  Akuntansi merupakan seni dalam artian ada keluwesan dalam menggunakan prosedur maupun metode akuntansi oleh pengguna, meskipun harus tunduk pada standar dan prinsip akuntansi yang berlaku. Teori yang membangun akuntansi adalah: Gambar 1. Teori yang Membangun Akuntansi 
  2. Transaksi keuangan merupakan masukan dalam proses akuntansi. Transaksitransaksi yang berhubungan dengan keuangan, antara lain penerimaan, biaya, pembelian dan sebagainya. 
  3. Organisasi ada yang berorientasi keuntungan (Firma, PT, CV) namun ada pula yang tidak berorientasi pada keuntungan (PKK, Masjid, RW, RT dan sebagainya). 
  4. Laporan keuangan merupakan informasi yang dihasilkan dari proses akuntansi.
Menurut Statement of Accounting Principles Board No 4 (1970), Akuntansi didefinisikan sebagai berikut, “Accounting is service activity. Its function is to provide quantitatiave information, primariky financial in nature, about economic entities that is intended to be useful in makin econimic decisions”. Artinya, akuntansi merupakan penyediaan jasa. Fungsinya adalah guna menyediakan informasi secara kuantitatif dan relevan tentang unit-unit usaha ekonomi, terutama informasi yang bersifat keuangan, yang diperkirakan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi. Dalam hal ini, akuntansi menghasilkan informasi tidak hanya untuk kepentingan pengendalian dan pertanggungjawaban tetapi lebih luas lagi menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan. 

Definisi akuntansi juga dapat dilihat dari sudut pandang bidang studi dan dari sudut pandang proses (kegiatan). Dari sudut bidang studi, akuntansi merupakan seperangkat proses mempelajari penyediaan jasa berupa informasi keuangan secara kuantitatif suatu unit organisasi dan cara penyampaian (pelaporan) informasi yang diperoleh untuk pihak yang berkepentingan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Perekayasaan penyediaan jasa berarti akuntansi bukan merupakan tujuan tetapi suatu alat (tools) yang digunakan untuk menghasilkan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif. Dari sudut proses atau kegiatan, akuntansi merupakan proses pengidentifikasian, pencatatan, pengukuran, pengkalsifikasian, penguraian, penggabung-an, peringkasan dan penyajian informasi keuangan yang terjadi dari transaksi atau kegiatan suatu unit organisasi dengan cara tertentu.

B. Pengguna Akuntansi 

Akuntansi sering disebut sebagai “bahasa perusahaan” yang menyediakan teknik untuk mengumpulkan data ekonomi dan menyampaikan kepada pihak yang memerlukan. Adapun pihak yang memerlukan hasil dari proses akuntansi dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 
  1. Pihak internal, yaitu pengelola perusahaan (manajemen sendiri). Pengelola memerlukan informasi untuk melindungi harta milik perusahaan, pengukuran laba perusahaan dalam kurun waktu tertentu, pengawasan kegiatan perusahaan, menyusun perencanaan dan pengendalian terhadap operasi perusahaan dan selanjutnya dapat menilai efektifitas kebijaksanaan yang telah dilakukan.  
  2. Pihak eksternal, yang terdiri atas: 
  • Penanam modal atau pemilik perusahaan, memerlukan informasi untuk mengukur hasil usaha yang telah dicapai perusahaan selama ini dan prospek usaha di masa yang akan datang sebagai dasar penentuan kebijakan investasi modalnya. Oleh karena itu, pemilik perusahaan membutuhkan informasi histories yaitu informasi berdasarkan keadaan pada masa yang lalu untuk dapat merencanakan masa yang akan datang. 
  • Kreditur atau calon kreditur, memerlukan informasi untuk mengetahui posisi keuangan dan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Dengan demikian, kreditur dapat mengetahui pinjaman yang diperlukan tersebut terjamin atau tidak. Sebelum memberi pinjaman, calon kreditur melakukan analisis keuangan perusahaan untuk menilai kemampuan usaha. 
  • Lembaga pemerintah, memerlukan informasi mengenai aktifitas keuangan perusahaan sebagai alat bantu dalam penetapan pajak penghasilan bagi perusahaan yang bersangkutan, ketaatan perusahaan terhadap peraturanperaturan yang ditetapkan misalnya tentang pemberian upah minimum dan untuk penetapan kebijakan tertentu. d) Karyawan perusahaan atau organisasi karyawan memerlukan informasi keuangan untuk dapat membuat keputusan perjanjian kerja dan mensejahterakan mereka, antara lain dengan menuntut kenaikan gaji, menuntut kehidupan yang lebih layak.
  • Karyawan perusahaan atau organisasi karyawan, memerlukan informasi keuangan untuk dapat membuat keputusan perjanjian kerja dan mensejahterakan mereka, antara lain dengan menuntut kenaikan gaji, menuntut kehidupan yang lebih layak.
Hubungan pihak pengguna dan luaran (output) akuntansi dapat dilihat pada gambar berikut.


Berdasarkan pihak yang menggunakan informasi, akuntansi dibagi menjadi dua golongan yaitu: 
  1. Akuntansi Manajemen (Management Accounting) yaitu salah satu bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyajikan laporan suatu perusahaan atau satuan usaha atau organisasi untuk kepentingan pihak internal dalam rangka melakukan proses manajemen yang meliputi: perencanaan, pengambilan keputusan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan pengendalian. Akuntansi manajemen memberi informasi terutama kepada pihak intern yaitu manajemen dan tidak tunduk pada prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum. 
  2. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) yaitu salah satu bidang akuntansi dengan tujuan utama dapat menyajikan laporan keuangan dari suatu unit usaha tertentu untuk kepentingan eksternal. Akuntansi keuangan tunduk pada tata cara atau pirinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum.

Jika teman - teman ingin belajar lebih lanjut setelah memahami materi ini silahkan lanjut ke lanjut ke Materi Unit Usaha Akuntansi .